HARAPAN DI TENGAH KRISIS
Yohanes 1:1-9
Krisis selalu memiliki dua sisi. Satu sisi adalah ancaman,
tetapi di sisi lain terdapat peluang. Di era kemajuan teknologi informasi, kita berhadapan dengan krisis. Tatanan lama
runtuh, tetapi peluang baru bermunculan. Banyak usaha yang dikelola secara
tradisional gulung tikar,
namun banyak pula usaha baru lahir. Harapan selalu ada.
Injil Yohanes menyuguhkan
kesaksian iman tentang Allah yang menjadi manusia. Kehadiran Allah dalam rupa
manusia membawa harapan di tengah dunia. Ia ibarat terang yang datang di tengah kegelapan. Di dalam Dia, Allah menciptakan segala
sesuatu. Tanpa Dia, tidak ada sesuatu
pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Ia adalah Sang Pencipta.
Karena itu, tidak ada yang kebetulan
di dunia. Semua terjadi dalam izin dan kendali Tuhan. Separah apa pun badai hidup, segelap
apa pun kenyataan, manusia tidak sendiri. Ada Yesus Kristus, Sang Terang, Allah yang
menjadi manusia, yang hadir memberikan kekuatan bagi manusia.
Sahabat, keyakinan akan kehadiran Kristus sebagai Sang Terang membuka harapan di tengah krisis. Bersama Kristus, kita dapat melihat krisis sebagai peluang,
bukan ancaman, karena Ia hadir
dengan energi kreatif. Ia selalu menyertai dan
memberikan kekuatan baru. Di era disrupsi teknologi digital dewasa ini, keyakinan
dan harapan itulah yang harus kita hidupi.
Krisis boleh saja terjadi, tetapi terang harapan akan selalu datang! (Wasiat)
REFLEKSI:
Harapan itu memberikan kepada kita energi kreatif. Bersama-Nya, kita mampu menghapus kata menyerah dari kamus kehidupan.